Home » , » Kurangi Rasa Sakit, Pasien Boleh Lihat Belahan Dada Dokter

Kurangi Rasa Sakit, Pasien Boleh Lihat Belahan Dada Dokter

Written By Fajar Rahmana on Monday, March 18, 2013 | Monday, March 18, 2013



Tingkah aneh para dokter pun sekarang sudah banyak, sebuah klinik gigi mendapatkan cara ampuh untuk mengurangi rasa sakit para pasien pria nya dengan menunjukkan belahan dada seorang wanita seksi. Seorang dokter gigi yang kreatif mempersiapkan para perawatnya dengan dandanan seksi dengan tujuan mengurangi rasa sakit pasiennya saat menjalani perawatan. Dokter gigi bernama Dr Marie-Catherine Klarkowski yang menjalankan klinik gigi The Relax & Smile datang dengan ide dan 10 asistennya setuju melakukan hal itu usai menghadiri acara Oktoberfest. Mereka menggunakan kostum pelayan bar atau disebut juga dirndl.

Agar pasien tentunya cowok tidak merasa sakit, klinik ini mendandani pegawainya dengan pakaian seksi yang memperlihatkan belahan dada. Agar pasien tentunya cowok tidak merasa sakit, klinik ini mendandani pegawainya dengan pakaian seksi yang memperlihatkan belahan dada

“Hal yang penting adalah membuang rasa takut pasien dan memperlihatkan belahan payudara agar perhatian pasien terfokus dan tidak mengkhawatirkan rasa sakit itu,” kata Klarkowski yang memiliki klinik gigi d Munich, Jerman. Sejumlah pasien mulutnya sudah terbuka ketika masuk ke tempat praktik. Mereka terganga melihatbelahan payudara dan perhatian mereka tidak lagi ke rasa sakit,” jelas Klarkowski.

Seorang perawat bernama Larisa Hrustic membocorkan informasi. “Saya suka mengenakan dirndl. Saya senang terlihat seksi dan pekerjaan menjadi sangat menyenangkan setelah kami memiliki pakaian kerja yang baru,” katanya. Konon, setelah melakukan ide itu, klinik gigi Relax & Smile jumlah pelanggannya naik tiga kali lipat dan semua pasiennya adalah pria.

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Flag Counter
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Gudang Ilmu - All Rights Reserved




Template Created by Creating Website Edited by Fajar Fuzhu
Proudly powered by Blogger