Home » , » Manusia Berkemampuan Melayang Dijelaskan Dengan Ilmu Fisika

Manusia Berkemampuan Melayang Dijelaskan Dengan Ilmu Fisika

Written By Fajar Rahmana on Sunday, March 31, 2013 | Sunday, March 31, 2013



Sampai saat ini, masih banyak misteri yang belum terpecahkan di dalam kehidupan kita. Salah satunya, yaitu kemampuan manusia yang dapat melayang di udara. Dan ternyata, hal tersebut dapat dijelaskan lewat ilmu fisika.

Ratusan siswa dari Asia, sebagian besar asal Indonesia, yang mengikuti Asian Science Camp di Sanur, Bali, dihadapkan pada tantangan memecahkan fenomena mistis secara logis melalui ilmu fisika.

Fenomena mistis tersebut, seperti kemampuan manusia melawan gravitasi dengan melayang di udara tanpa media apapun, yang ternyata bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan.

Mereka disuguhkan peragaan langsung rahasia ilmu fisika, melalui enam orang bermeditasi dan keenamnya kemudian bisa lompat melayang di udara, walau hanya beberapa detik. Meski menghasilkan kekaguman dan hampir tidak masuk akal, ternyata semua itu ada penjelasan teori dan logikanya menggunakan ilmu fisika.

“Keadaan seseorang dapat melayang di udara, karena mengalami yang disebut transcendental meditation (TM). Dalam tubuh mereka telah terjadi kinerja otak yang koheren, sehingga dapat melayang,” ujar ahli TM Regianto.

Ahli TM lainnya, I Wayan Sutrisna menjelaskan, bahwa fenomena tersebut sangat masuk akal dan dapat dijelaskan melalui teori fisika “Meissner Effect” atau teori tentang ketahanan dengan koherensi.

Dalam teori “Meisnner Effect”, terbukti elektron yang disorder atau tidak beraturan, dapat dengan mudah ditembus medan magnet. Sedangkan elektron yang koheren, tidak dapat ditembus medan magnet.

“Inilah mengapa pikiran yang koheren, dapat menangkal energi negatif dan tubuh kita bisa melayang di udara atau Yogic Flying,” katanya.

Dijelaskan, dengan TM, seseorang akan memancarkan energi positif, yang secara tidak langsung merangsang zat seretonin dalam tubuh yang membantu menjadi bahagia. Dalam TM Sidi, melayangkan tubuh bukanlah tujuan utama, tetapi yang dikehendaki adalah keselarasan dalam berpikir dan kesehatan tubuh.

“Bahkan dampak positif tersebut tidak hanya dapat dirasakan orang yang bermeditasi, tetapi juga oleh lingkungan sekitarnya,” tambah Sutrisna pada ASC kedua.

Artinya, tubuh kita sebenarnya memiliki kemampuan untuk melawan gravitasi, tergantung dari keahlian kita di dalam mempelajari hal tersebut tentunya.

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Flag Counter
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Gudang Ilmu - All Rights Reserved




Template Created by Creating Website Edited by Fajar Fuzhu
Proudly powered by Blogger